ADSCN1566

Pengelolaan orangutan dengan pemangku kepentingan yang cukup beragam membutuhkan pola kelola yang adaptif. Pengelolaan kolaboratif menjadi pilihan dalam pengelolaan, kemitraan dalam jangka panjang, termasuk dalam hal pengeloaan data dan informasi mengenai konservasi orangutan. Pengelolaan kolaborasi dengan multipihak diyakini akan dapat menggerakkan upaya perlindungan orangutan menjadi lebih baik dan efektif.

Dalam rangka mengimplementasikan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017, Forum Orangutan Indonesia (FORINA) berinisiatif membagun dan mengembangkan sumber informasi tentang konservasi orangutan. Sejauh ini, FORINA telah membangun draft sistem database online untuk memfasilitasi kebutuhan data dan mempermudah para pihak mengakses data dan informasi tentang konservasi orangutan. Selain itu, FORINA juga telah membangun analisis GIS mengenai keterancaman habitat orangutan, potensi koridor dan webgis interaktif mengenai distribusi dan populasi orangutan.

Draft tersebut diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan data dan mempermudah para pihak mengakses data dan informasi tentang konservasi orangutan serta menjadi wadah pertukaran informasi terpercaya yang mudah dan cepat serta dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pihak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sistem yang ada menjadi lebih interaktif dan terintegrasi dengan kebutuhan para pihak yang berkepentingan dalam konservasi orangutan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada mulai tanggal 30 Januari – 2 Pebruari 2014 di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 orang yang terdiri dari perwakilan Pemerintah (BKSDA dan BAPEDA dari Sumatera dan Kalimantan), LSM, Forum Regional (Forum Orangutan Aceh, Forum Konservasi Orangutan Sumatera Utara, Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Barat, Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Tengah, Forum Konservasi Kalimantan Timur), dan Akademisi. Pada kegiatan ini dipandu langsung oleh Hendi Sumantri, M.Si. (Expert GIS), Nono Suyatno Sumawikarta, MBA dan Ermayanti (Expert Database).

Pada kegiatan ini peserta mendapat pelatihan untuk membangun database, menggunakan database FORINA serta membuat analisis keterancaman orangutan menggunakan GIS dari berbagai macam data seperti data deforestasi, kepadatan penduduk, status penunjukan kawasan dan lain sebagainya.

Selain itu, peserta juga memberi kritik, masukan dan update informasi untuk memperbaiki draft database dan analisis GIS yang dibangun oleh FORINA. Seperti halnya peserta yang lain, menurut Tri Nugroho dari Yayasan Palung Kalimantan Barat, kegiatan ini sangat bermanfaat dan diharapkan untuk diadakan kembali, karena masih banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat dibagi dan dipelajari bersama. Herry Djoko Susilo selaku ketua FORINA berharap hasil dari kegiatan ini juga akan bermanfaat untuk persiapan menjelang Workshop Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) Orangutan yang akan dilaksanakan pada tahun ini.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.