Pelatihan mitigasi konflik satwa-manusia ini dilaksanakan pada bulan Septemebr 2011 di 5 provinsi (Nanggroe Aceh Darrussalam, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur). Program ini atas kerjasama WCS dan FORINA melalui bantuan USAID. Pelatihan ini menghasilkan beberapa keluaran dan rencana tindak lanjut:

  1. Aparat penegak hukum dan mitra mendapatkan gambaran yang jelas tentang peredaran ilegal orangutan dan satwa liar pada umumnya.
  2. Aparat penegak hukum dan mitra memperoleh pengetahuan dan penyegaran tentang investigasi peredaran ilegal orangutan dan satwa liar pada umumnya. Peserta juga dibekali tehnik-tehnik pembangunan jaringan intelijen untuk memperoleh informasi dan target yang ditetapkan.
  3. Aparat penegak hukum dan mitra yang bekerja untuk penegakan hukum di bidang satwa liar memperoleh pengetahuan dan ketrampilan di dalam melakukan identifikasi satwa dalam kondisi hidup dan bagian-bagiannya.
  4. Aparat penegak hukum dan mitra memahami berbagai modus tindak kejahatan terhadap satwa, termasuk orangutan yang diterapkan oleh para pelaku di lapangan, sehingga memudahkan pendeteksian modus peredaran ilegal orangutan di masa mendatang.
  5. Terbangun jejaring kerja dan hubungan komunikasi yang berkelanjutan antara para aparat penegak hukum dan mitra dalam pengungkapan kejahatan lingkungan, khususnya kejahatan yang menyangkut TSL di Indonesia.
  6. Dalam 3 bulan kedepan akan diadakan pelatihan WCDB (Wildlife Crime Database) kepada peserta/lembaga yang diberi mandat mengelola data dan informasi tindak kejahatan terhadap satwa di Sumatera dan Kalimantan.

Download dokumen lengkapnya disini

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.