Perkiraan populasi dan sebaran habitat orangutan serta penilaian dari keberlangsungan hidup orangutan terus dikaji dan dievaluasi oleh pemerintah dan para ahli. Secara khusus, pemerintah mengadakan pertemuan untuk membahas dan memuktahirkan informasi terkait dengan hal-hal tersebut melalui penyelenggaraan pertemuan PHVA yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci. Khusus di Kalimantan Timur, banyak penelitian dan survei orangutan dilakukan untuk sub-spesies orangutan Kalimantan Timur sejak 2004. Demikian pula banyak dokumen berupa laporan dan tulisan ilmiah yang sudah diterbitkan, baik dalam bentuk jurnal ilmiah internasional maupun nasional sehingga informasi dan data tentang status terkini orangutan Kalimantan Timur sudah semakin banyak. Namun disayangkan informasi dan data dari laporan dan tulisan ilmiah tersebut banyak tersebar. Informasi dan data terkini mengenai sebaran populasi dan habitat serta viabilitas orangutan yang berasal dari laporan dan tulisan ilmiah tersebut sangat diperlukan untuk memuktahirkan analisa PHVA yang sudah ada.

Oleh sebab itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bekerja sama dengan The Nature Conservancy (TNC) dan FORINA mengadakan lokakarya yang diselenggarakan pada 16 – 17 April 2015 di Hotel Grand Victoria, Samarinda. Kegiatan ini dihadiri oleh Pihak pemerintah, pihak swastas, pihak universitas serta pihak LSM. Kegiatan ini pun telah berhasil mengumpulkan informasi dan data terkait populasi, sebaran, perilaku, ancaman, viabilitas habitat, dan usaha pelestarian orangutan (baik insitu maupun eksitu) yang digunakan sebagai masukan untuk analisa status populasi, sebaran, dan viabilitas habitat orangutan Kalimantan Timur dalam pertemuan PHVA 2015 yang merupakan pemuktahiran dari hasil PHVA 2004.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.