Keberadaan kawasan koridor antara Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) sebagai habitat biodiversitas  memliki peran penting dalam mendukung konservasi orangutan dan habitatnya dalam lansekap kedua Taman Nasional tersebut. Tidak hanya untuk orangutan, keberadaan koridor memiliki peran penting juga sebagai habitat bagi keanekaragaman hayati lainnya dan manfaat jasa lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut.

Data biodiversitas di wilayah tersebut sebagian besar sudah pernah dilakukan kajian sekitar tujuh tahun yang lalu (2007) dan tentunya memiliki kemungkinan mengalami dinamika perubahan dalam bentuk peningkatan atau pengurangan nilai biodiversitas yang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Maka dari itu, FORINA melakukan survei biodiversitas (Desember-April 2015) untuk mengetahui keanekaragaman fauna dan fauna pada kondisi saat ini, terutama pada wilayah koridor yang belum dicakup pada survei-survei atau kajian-kajian sebelumnya serta peninjauan kondisi aktual di lapangan dengan GIS groundchek di wilayah koridor. Terdapat lima desa yang berda di wilayah koridor TNBK-TNDS yang menjadi tempat survey Biodiversitas yaitu Desa Labian Ira’ang, Mensiau, Labian, Sungai Ajung, dan Desa Melemba yang secara geografis, kelima desa ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Labian-Leboyan.

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.