Langkah-langkah pengarusutamaan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh sektor ditempuh dalam setiap kebijakan pembangunan dalam rangka menciptakan terjaminnya keseimbangan dan kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup di masa mendatang. Upaya pelaksanaan penataan ruang yang belum kondusif menyebabkan kerusakan lingkungan dan kehilangan ekosistem hutan alami yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, salah […]

Read More

Salah satu kegiatan didalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dimana masyarakat dapat aktif berperan serta adalah kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan yang berupa usaha untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, hama dan penyakit, serta mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat […]

Read More

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan hutan di Indonesia. Karena secara langsung berdampak pada keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem serta meningkatkan pelepasan karbon hutan ke atmosfer yang berpotensi memicu terjadinya pemanasan global. Oleh karena itu sangat diharapkan peran serta masyarakat termasuk perusahaan dalam bidang perkebunan, HPH, HTI, pertambangan dan lain-lainnya, dalam upaya […]

Read More

Fragmentasi habitat dapat menyebabkan berkurangnya jumlah atau luasan habitat yang tersedia bagi semua organisme dalam keseluruhan ekologi yang ada di habitat. Kelimpahan jenis hidupan liar (satwa) yang ada pada suatu fragmen habitat serta kemampuannya dalam mempertahankan keberlanjutannya akan sangat dipengaruhi oleh luasan dan kualitas dari fragmen habitat yang ada. Orangutan merupakan salah satu mamalia besar […]

Read More

Perubahan yang terjadi pada populasi dan habitat orangutan saat ini berjalan dengan cepat, Namun sangat disayangkan, perubahan yang cepat ini cenderung kearah yang negatif. Berdasarkan hasil analisis terakhir yang dilakukan terhadap populasi orangutan di Borneo didapatkan bahwa populasi orangutan di kawasan konservasi hanya 22% sedangkan sebagian besar (78 %) berada di luar kawasan konservasi (Wich […]

Read More

Salah satu dampak dari konversi hutan alam jika dilakukan tanpa mengindahkan keterkaitan ekosistem dan fungsi lingkungan adalah terjadinya konflik antara manusia dengan satwa liar, diantaranya adalah orangutan. Kerugian yang umum terjadi akibat konflik bagi manusia, diantaranya seperti rusaknya tanaman pertanian atau perkebunan. Di sisi lain tidak jarang orangutan yang berkonflik mengalami kematian akibat berbagai tindakan […]

Read More

Panduan ini disusun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh masyarakat atau yang sering muncul dalam obrolan-obrolan keseharian ataupun dalam pertemuan-pertemuan atau forum resmi. Fungsinya untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan orangutan kepada masyarakat luas, agar lebih mengenal dan memahami orangutan, satwa yang menjadi bagian penting dari keanekaragaman hayati Indonesia. Diharapkan akan tumbuh kesadaran akan pentingnya […]

Read More

FINAL REPORT Pengembangan Ekowisata di Hutan Lindung Sungai Paduan, Kabupaten Kayong Utara Oleh: Tito Indrawan (Fasilitator Landskap Kayong Utara) © Forum Orangutan Indonesia (FORINA) Untuk menjaga kawasan lindung tersebut agar lebih aman dari perambahan dan kerusakan, perlu adanya kerjasama multi pihak yang kemudian dibungkus ke dalam sebuah mekanisme pengelolaan yang baik dan berkelanjutan. Salah satu […]

Read More