Berdasarkan hasil temuan Ground Check yang dilalukan pada Awal Januari 2016, telah berhasil membuktikan keberadaan orangutan di kawasan Hutan Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan melalui perjumpaan sarang orangutan dan rambut orangutan yang tersangkut di sarang. Namun sebagian besar sarang orangutan yang dijumpai, sudah terbakar bersama kebakaran yang terjadi pada bulan September-Oktober 2015. Maka dari itu, FORINA melalukan survey yang lebih detail dan menyeluruh tentang populasi dan distribusi Orangutan di Kawasan Hutan Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan selama 10 hari (8-18 Februari 2016).

  

Gambar : Tim Survey Orangutan FORINA dan masyarakat Tambak Sari Panji (Kiri); Sarang Orangutan pada jalur pengamtan (Kanan).

Hasil survey ini menyimpulkan bahwa pada kawasan APL di Hutan Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan hampir 95% mengalami kebakaran pada September-Oktober 2015. Walaupun demikian, sisa hutan yang tidak kebakar masih terdapat orangutan yang diperkirakan berjumlah  10-15 individu. Selain itu, pada area hutan yang tidak terbakar tersebut juga masih dijumpai satwa liar lainnya, diantaranya 15 jenis mamalia dan 42 jenis burung.

Download : Laporan Survei Populasi dan Distribusi Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tabalong, Kalimantan Selatan.

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.