Lokakarya dan keanekaragaman hayati dan strategi perbaikan habitat orangutan merupakan rangkaian kegiatan dari kajian potensi perbaikan habitat orangutan di koridor Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) – Taman Nasional Danau Sentarum (TNBS) yang telah dilaksanakan pada 12-13 Mei 2015 di Putussibau, Kalimantan Barat. Pada lokakarya ini dibahas mengenai kondisi awal keanekaragam hayati dan habitatnya di koridor secara umum berdasarkan kajian spesifik dan perkembangan kondisi di lima desa (Mensiau, Labian Ira’ang, Labian, Sungai Ajung dan Malemba) di koridor TNBK-TNDS 2014.

Sebagian besar wilayah koridor masih merupakan wilayah berhutan yang menjadi habitat bagi biodiversitas dari kelompok fauna dan flora, termasuk orangutan dan beberapa satwa liar lainnya. Keanekaragaman flora-fauna koridor: Tercatat 232 jenis tumbuhan berkayu, 44 jenis ikan, 19 jenis amfibi, 27 jenis reptil, 148 jenis burung  dan 40 jenis mamalia dalam publikasi Connecting Diversity; People and Nature of Labian Leboyan Coridor in The Indonesian Heart of Borneo yang diterbitkan tahun 2012. Data biodiversitas tersebut sebagian sudah pernah dilakukan kajian pada tahun sekitar tujuh tahun yang lalu (2007) dan tentunya memiliki kemungkinan mengalami dinamika perubahan dalam bentuk peningkatan atau pengurangan nilai bi odiversitas yang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Tidak hanya dalam bentuk nilai biodiversitas kawasan, tentunya faktor lain yang juga berpengaruh adalah kondisi habitat. Maka, dilakukan survei biodiversitas untuk mengetahui keanekaragaman flora dan fauna pada kondisi saat ini, terutama pada wilayah koridor yang belum dicakup pada survey atau kajian sebelumnya serta peninjauan kondisi aktual di lapangan dengan GIS groundchek di wilayah koridor. Hasil dari survei ini harapannya akan dapat bermanfaat sebagai referensi untuk pengelolaan sumber daya alam (khususnya keanekaragaman hayati), penyusunan serta implementsi strategi perbaikan habitat orangutan berbasis masyarakat dan penyadaran konservasi orangutan bagi para pihak yang memiliki kepentingan dan dampak langsung ataupun tidak langsung dari keberadaan hutan, orangutan dan biodiversitas lainnya. Serangkaian kegiatan tersebut berangkat dari prinsip bahwa manusia, alam dan isinya merupakan satu kesatuan yang saling tergantung satu sama lain dan memerlukan mekanisme pengelolaan yang terpadu. download.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.