Vortex merupakan model stokastik simulasi komputer untuk keberlangsungan hidup populasi (Population Viability Analysis) berbasis individu. Vortex dapat digunakan untuk membuat simulasi potensi masa depan dari populasi berdasarkan kondisi terkini, mengevaluasi dampak dari startegi manajemen alternatif, menentukan prioritas penelitian, dan membantu perencanaan konservasi spesies. Vortex ini paling sering digunakan untuk menilai ancaman terhadap populasi liar, tetapi fitur lebih canggih memungkinkan analisis dari program penangkaran dan juga pengelolaan terpadu dari populasi liar dan penangkaran.

FORINA bekerja sama dengan KLHK melalui bantuan ARCUS Foundation mengadakan pelatihan Vortex di Bogor selama tiga hari (29-31 Mei 2016). Trainer pada kegitan ini yaitu Kathy Traylor-Holzer, Senior Programme Officer, CBSG (Main Office) dan Caroline Lees, Program Officer, CBSG (Australasia Office). Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari perwakilan BKSDA, Taman Nasional, LSM dan Universitas yang telah dipilih secara selektif oleh FORINA dan KLHK.

Pada pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman pemahaman tentang fitur Vortex 10, termasuk input data yang tepat dan penggunaan pilihan program untuk membangun kompleksitas tambahan ke dalam model dasar. Topik populasi spesies pada pelatihan ini berasal dari masing-masing peserta, ada tentang gajah, orangutan, badak, harimau, siamang dan penyu. Setelah pelatihan ini diharapkan peserta mampu untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dan mampu menularkan ke pada anggota lainnya di lembaga masing-masing.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.