Panduan - PariwisataProgram pengembangan wisata ramah lingkungan yang mengambil obyek alam, budaya, memerlukan sebuah konsep yang khusus, perhatian yang lebih, dan pendampingan ke masyarakat yang intensif. Artinya perlu meyakinkan kepada masyarakat setempat, bahwa alam dapat mendatangkan ekonomi tanpa mengubah bentang alam, sehingga kita dapat hidup secara harmonis dengan alam. Pariwisata berkelanjutan adalah sebuah bisnis masa depan, investasi masa yang akan datang, karena bisnis ini mengandalkan kelestarian alam dan lingkungan. Alam dapat menghasilkan secara ekonomi tanpa merusak, tanpa harus mengubah menjadi bentuk lain yang mengganggu ekosistem lingkungan yang dapat mengakibatkan bencana alam atau bencana lingkungan yang kini selalu datang.

Penerapan “low impact, but high value”, merupakan sebuah konsep dalam pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penerapan inilah yang mungkin pantas dan pas untuk pengembangan pariwisata yang mengandalkan alam sebagai obyek. Seperti kawasan konservasi HL Sungai Paduan dan sekitarnya, atau kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang khas.

Buku panduan ini terlahir dari beberapa FGD dan kunjungan serta training lapangan bersama pemangku wilayah di sekitar HL Sungai Paduan, Kecamatan Melano, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (masyarakat Desa Mata-mata, Desa Medan Jaya, Desa Pulau Kumbang, Desa Nipah Kuning, Desa Pemangkat, Desa Padu Banjar, Dinas Kehutanan, Dinas Pariwisata, Camat, Kepolisian, Pengusaha Hotel, LSM lokal dan IFACS) yang telah dilakukan dari April-Juni 2014. Adapun sasaran dari buku panduan ini adalah untuk masyarakat 6 desa tersebut.

Download panduan lengkap disini

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.