Panduan - Tata RuangLangkah-langkah pengarusutamaan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh sektor ditempuh dalam setiap kebijakan pembangunan dalam rangka menciptakan terjaminnya keseimbangan dan kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup di masa mendatang. Upaya pelaksanaan penataan ruang yang belum kondusif menyebabkan kerusakan lingkungan dan kehilangan ekosistem hutan alami yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, salah satunya adalah habitat orangutan.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dijadikan referensi hukum bagi pemerintah daerah dalam memberikan dan mengeluarkan izin-izin pemanfaatan ruang dan pembangunan infrastruktur.  Selain itu, RTRW berperan penting sebagai alat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di suatu daerah jika disusun dan diimplementasikan dengan baik dan benar.

Secara umum, RTRW provinsi maupun kabupaten seringkali lebih mengedepankan pencapaian pembangunan ekonomi tanpa mempertimbangkan keseimbangan kelestarian lingkungan dan ekosistem di suatu wilayah.  Efektivitas proses perencanaan tata ruang  dan perlindungan hutan di provinsi dan kabupaten perlu ditingkatkan dengan database atau peta yang jelas dan mengikat secara hukum.  Memperbaiki pola ruang dan struktur ruang berbasis lingkungan penting dilakukan untuk memastikan kelestarian dan kapasitas sumberdaya alam tetap terjaga serta melindungi habitat kritis orangutan.

Pengarusutamaan atau mainstreaming dalam panduan ini lebih fokus pada bagaimana data peta distribusi orangutan dan peta ancaman habitatnya dapat diakui dan dimanfaatkan sebagai salah satu data penting dalam penataan ruang daerah.  Maksud buku panduan ini adalah menyediakan kerangka integrasi pengarusutamaan konservasi orangutan dalam proses dan sistem perencanaan penataan ruang yang berbasi ekologi, yang bertujuan untuk: menyebarluaskan data dan informasi spasial orangutan (habitat, populasi, dan ancaman), membantu para perencana tata ruang, pengambil keputusan tata ruang dan para penggiat konservasi orangutan, menjelaskan kesenjangan data dan hambatan serta mengembangkan rekomendasi untuk mengarusutamakan konservasi orangutan kedalam rencana pembangunan daerah.

Download panduan lengkap disini

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.