Kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi kembali terjadi. Satu individu orangutan diburu dan dibunuh oleh pekerja kebun sawit di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Sei Hanyo, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Tidak hanya dibunuh, orangutan yang telah mati tersebut dibawa ke camp pekerja, lalu dikuliti, dipotong-potong dan dimasak. peristiwa ini terjadi pada 28 Januari 2017 yang bermula ketika seorang operator perkebunan yang tengah melangsir buah sawit bertemu dan dikejar orangutan di area perkebunan sawit milik PT Susantri Permai. Operator tersebut kemudian berlari menyelamatkan diri ke kamp pekerja. Sesampainya di kamp, ia menceritakan peristiwa yang baru dialaminya kepada sesama rekan pekerja maupun warga sekitar. Para pekerja bersama warga lantas mencari orangutan yang dimaksud dan baru bertemu di Blok F11 atau F12. Seseorang dari pekerja maupun warga itu ada yang membawa senapan lalu menembak orangutan tersebut. Orangutan itu pun mati, kemudian dikuliti dan dipotong-potong untuk dimasak serta dikonsumsi.

 

Kondisi ini sungguh sangat memprihatikan, mengingat kondisi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) telah masuk klasifikasi Critically Endangered dalam daftar IUCN karena populasinya yang terus menurun. Populasi yang semakin menurut tersebut akibat adanya konservsi lahan, perdagangan illegal, konfik satwa dan manusia, kebakaran hutan serta perburuan. Orangutan sering dianggap seperti hama sehingga diburu dan dibunuh bahkan dikonsumsi seperti kasus yang terjadi saat ini. Luas hutan yang semakin berkurang akibat ekspansi perkebunan meyebabkan orangutan kehilangan habitat yang menjadi tempat tinggal mereka. Kondisi ini akan menyebabkan orangutan tersebut menjelajah ke perkebunan atau pemukiman manusia yang memicu terjadinya konflik manusia dan orangutan. Hal ini biasanya akan berujung kepada pembunuhan terhadap orangutan.

Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, diperlukan penyuluhan intensif kepada pekerja dan masyarakat sekitar kebun kelapa sawit bahwa orangutan itu satwa yang dilindungi dan ada hukuman bagi siapa saja yang menyebabkan kematian orangutan. Selain itu, perlu dilakukan peningkatan upaya kolektif oleh  lembaga dan organisasi terkait untuk memberantas kejahatan terhadap satwa liar. Bukan hanya itu, masyarakat juga diharapkan untuk berpartisipasi aktif melaporkan kepada pihak yang berwenang ketika menjumpai kasus kejahatan terhadap satwa liar.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.