Kebutuhan adanya forum konservasi orangutan sejatinya sudah muncul sejak awal 2000-an, namun inisiasi pembentukannya baru dapat terlaksana pada 2009. Keinginan pembentukan forum ini menguat dengan dikeluarkannya Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan Indonesia 2007–2017 melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.53/Menhut-IV/2007, dimana dinyatakan dibutuhkannya sebuah forum nasional untuk mengawal proses dan evaluasi SRAK tersebut. Pada Kongres Orangutan Indonesia di Bogor pada 29 Februari 2009, para pemangku kepentingan konservasi orangutan menyepakati pembentukan Forum Orangutan Indonesia yang disingkat menjadi FORINA dan melaksanakan kegiatan hariannya melalui sebuah Badan Pengurus. Hingga saat ini, Badan Pengurus FORINA telah berusaha menjalankan mandat yang diberikan untuk mencapai visi dan misi yang ada, baik dengan sumber daya yang dimiliki maupun bekerja sama dengan pihak lainnya.

Musyawarah

Dalam kegiatan musyawarah yang diadakan pada kamis 20 Agustus 2015 di kediaman Bapak Tony Sumampau, FORINA telah menyampaikan laporan Badan Pengurus (BP) yang merupakan ini merupakan bentuk pelaporan mengenai pelaksanaan mandat yang diberikan oleh Majelis Perwalian Anggota (MPA) FORINA yang diberikan untuk periode 2010 hingga 2015. Adapun Majelis Perwalian yang hadir dalam kegiatan ini, yaitu Bapak Tony Sumampau sebagai ketua MPA dan Bapak Yuyun Kurniawan sebagai perwakilan kamar LSM.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.