Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Kementerian Kehutanan memiliki Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017, salah satu upaya penting yang dimuat dalam dokumen tersebut adalah pengembalian orangutan dari pusat rehabilitasi ke habitat semestinya, yaitu hutan hujan tropis di Kalimantan dan Sumatera. Fakta yang dihadapi saat ini adalah arus masuk orangutan ke pusat rehabilitasi terus bertambah tanpa diimbangi dengan pelepasliaran yang semestinya, sehingga hal tersebut menghambat salah satu pencapaian target pada dokumen tersebut. Salah satu upaya mendukung percepatan pencapaian implementasinya adalah melalui kajian calon lokasi pelepasliaran orangutan Kalimantan di DAS Mendalam, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Sebagai salah satu aliran sungai penting di Kalimantan Barat, hulu DAS Mendalam berada di dalam wilayah Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) di bawah wilayah adminsitrasi Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara dengan penduduk 922 jiwa yang mayoritas dihuni oleh suku Dayak Kayan Mendalam dan Dayak Bukat. Proses kajian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu kajian pendahuluan pada 20-31 Oktober 2014 dengan fokus pada potensi keanekaragaman hayati dan sosial, kajian ekologi pada 3-13  Juni 2015 dan kajian sosial, ekonomi dan budaya pada 3-8 September 2015. Hasil dari kajian tersebut juga telah disampaikan di tingkat kabupaten pada 14 Maret 2016 untuk mendapatkan masukan dari para pihak terkait.

157.859 Ha wilayah DAS Mendalam 97.217 Ha di antaranya adalah wilayah TNBKDS, wilayah tersebut memiliki kelerengan mayoritas  curam (40%), sangat curam (23 %) dan datar (16 %) dan ketinggian maksimum mencapai 1.800 m dpl. Apabila dilihat dari produktivitas kawasan yang berhubungan dengan kualitas habitat bagi orangutan yang dilepasliarkan, 53 % luas wilayahnya di antaranya berada pada ketinggian di bawah 500 m dpl yang merupakan ketinggian dengan produktivitas pohon buah pakan orangutan yang baik.

Fokus kajian ekologi terdiri dari dua lokasi, yaitu lokasi I yang berada di wilayah HL dan lokasi 2 yang berada di wilayah TN. Berdasarkan hasil pengambilan data lapangan dan pertemuan di tingkat kabupaten, lokasi 2 lebih disarankan untuk menjadi fokus kajian lanjutan, karena dianggap lebih potensial terkait dengan keamanan lokasi dan kejelasan status kawasan. Hal tersebut juga didukung dengan hasil skoring dari seluruh parameter-parameter analisis. Dengan estimasi 1 individu orangutan membutuhkan 150 Ha, lokasi 2 di wilayah TNBKDS idealnya dapat menampung 149 individu. Terkait dengan jangkauan akses masyarakat, ujung lokasi 2 memiliki jarak tegak lurus dengan Nanga Hovat sejauh 4 Km dan 27 Km ke pusat Desa Datah Diaan.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.