Kebutuhan adanya forum konservasi orangutan sejatinya sudah muncul sejak awal 2000-an, namun inisiasi pembentukannya baru dapat terlaksana pada 2009. Keinginan pembentukan forum ini menguat dengan dikeluarkannya Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan Indonesia 2007–2017 melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.53/Menhut-IV/2007, dimana dinyatakan dibutuhkannya sebuah forum nasional untuk mengawal proses dan evaluasi SRAK tersebut. Pada Kongres […]

Read More

Keberadaan kawasan koridor antara Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) sebagai habitat biodiversitas  memliki peran penting dalam mendukung konservasi orangutan dan habitatnya dalam lansekap kedua Taman Nasional tersebut. Tidak hanya untuk orangutan, keberadaan koridor memiliki peran penting juga sebagai habitat bagi keanekaragaman hayati lainnya dan manfaat jasa lingkungan yang dirasakan […]

Read More

Perkiraan populasi dan sebaran habitat orangutan serta penilaian dari keberlangsungan hidup orangutan terus dikaji dan dievaluasi oleh pemerintah dan para ahli. Secara khusus, pemerintah mengadakan pertemuan untuk membahas dan memuktahirkan informasi terkait dengan hal-hal tersebut melalui penyelenggaraan pertemuan PHVA yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci. Khusus di Kalimantan Timur, banyak penelitian dan survei orangutan dilakukan […]

Read More

FORINA dengan dukungan USAID-IFACS mendorong terjadinya kegiatan pengelolaan kolaborasi (collaborative management) mengenai mitigasi ancaman orangutan di empat lanskap utama orangutan di Indonesia, yakni: Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Kayong Utara (Palung) dan Katingan. Setelah melalui proses observasi, wawancara dan diskusi dengan para pihak potensial di masing-masing lanskap, FORINA telah berhasil mengidentifikasikan satu rencana kegiatan kolaborasi di […]

Read More

Pengelolaan orangutan dengan pemangku kepentingan yang cukup beragam membutuhkan pola kelola yang adaptif. Pengelolaan kolaboratif menjadi pilihan dalam pengelolaan, kemitraan dalam jangka panjang, termasuk dalam hal pengeloaan data dan informasi mengenai konservasi orangutan. Pengelolaan kolaborasi dengan multipihak diyakini akan dapat menggerakkan upaya perlindungan orangutan menjadi lebih baik dan efektif. Dalam rangka mengimplementasikan Strategi dan Rencana […]

Read More

Evaluasi Implementasi Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan 2007-2017 yang keempat dikemas dalam Pertemuan Nasional Para Pihak Pemangku Kepentingan Konservasi Orangutan. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 7-8 Nopember 2013 di Hotel Papyrus Bogor, Jawa Barat. Sebelum melaksanakan kegiatan ini, FORINA melaksanakan pertemuan regional dan melakukan sintesis dari tabel SRAK bersama para fasilitator regional Aceh, […]

Read More

Dalam rangka persiapan pertemuan nasional Evaluasi Implementasi Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan 2007-2017 yang ke-empat, FORINA melaksanakan pertemuan para fasilitator regional Aceh, Sumatera Utara ,Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah untuk mendiskusikan persipan-persiapan yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 25-26 Oktober 2013 di Kantor FORINA Bogor. Pada pertemuan ini […]

Read More

Dalam rangka memperkuat upaya konservasi orangutan di Indonesia dan menempatkannya sebagai bagian dari proses pembangunan yang berkelanjutan, pada bulan Desember 2007 Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.53/Menhut-IV/2007 dimana peraturan ini mengatur Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017. Sesuai dengan mandat dari peraturan tersebut, telah dilaksanakan Pertemuan Konservasi Orangutan Regional Provinsi […]

Read More